<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog Abu Zahro</title>
	<atom:link href="http://abuzahro.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abuzahro.wordpress.com</link>
	<description>Membangun Pribadi Unggul</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Nov 2011 10:26:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='abuzahro.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog Abu Zahro</title>
		<link>http://abuzahro.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://abuzahro.wordpress.com/osd.xml" title="Blog Abu Zahro" />
	<atom:link rel='hub' href='http://abuzahro.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BERAMAL DENGAN IKHLAS</title>
		<link>http://abuzahro.wordpress.com/2008/11/20/beramal-dengan-ikhlas/</link>
		<comments>http://abuzahro.wordpress.com/2008/11/20/beramal-dengan-ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 09:42:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahro</dc:creator>
				<category><![CDATA[serambi hati]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[sorga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahro.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Alloh SWT berfirman: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah (beribadah untuk) Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” QS. Al Bayyinah:5 [1595] Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Alloh) dan jauh dari kesesatan. Juga Firman-Nya: “Dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=47&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Alloh SWT berfirman: </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah (beribadah untuk) Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> QS. Al Bayyinah:5</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="IN">[1595] Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Alloh) dan jauh dari kesesatan.</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Juga Firman-Nya: </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka hanya mengabdi (beribadah) kepada-Ku saja.”</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> QS. Ad Dzariyat:56</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Perbuatan baik apapun yang benar menurut syari’at yang kita kerjakan dengan niat semata-mata karena Alloh (karena menunaikan perintah Alloh demi mentaati-Nya) demi mendapatkan ridho dan pahala (balasan) dari-Nya maka perbuatan itu disebut ‘ibadah. Dan untuk itu akan mendapatkan pahala di sisi Alloh berupa ampunan, rahmat dan Surga-Nya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Sebaliknya perbuatan seseorang yang dikerjakan dengan berharap mendapatkan keuntungan dan manfaat duniawi (material, finansial, harta, pangkat, karier, pujian, popularitas, dsb) maka perbuatan itu bukanlah ibadah. Maka orang seperti ini akan memperoleh balasan dari Alloh hanya di dunia saja dan di akhirat nanti dia tidak mendapatkan apapun selain neraka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Alloh SWT berfirman: </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan dari pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan[714].”</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> QS. Hud:15-16</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-family:&quot;" lang="IN">[714] Maksudnya: apa yang mereka usahakan di dunia itu tidak ada pahalanya di akhirat.</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span class="gen"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Juga Firman-Nya: </span></span><span class="gen"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.”</span></em></span><span class="gen"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> QS. Al Isro:18</span></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Orang yang beramal dengan benar semata-mata demi melaksanakan perintah Alloh dan berharap balasan dari Alloh, maka disamping ia akan mendapatkan balasan di akhirat nanti berupa Surga-Nya, juga ia akan mendapatkan balasan di dunianya. Baik berupa materi (gaji, uang, barang, dll), maupun immateri (rahmat, berkah, hidayah, ketenangan batin, kebahagiaan, kedamaian, dll).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Alloh SWT berfirman: </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">“<span class="gen">Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu (di dunia) baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.”</span></span></em><span class="gen"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> As Syuro:20</span></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Sebaliknya bagi mereka yang beramal dengan niat mencari manfaat duniawi, maka dia hanya mendapatkan manfaat material semata seperti, uang, jabatan, popularitas, dll. Selanjutnya disamping di akhiratnya ia akan merugi dengan siksaan nerakanya, di dunianyapun mereka akan mendapatkan siksaan batin, seperti kegelisahan, kekecewaan, ketakutan, kecemasan, dll, yang secara umum disebut sebagai penderitaan batin. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Betapa tidak, orang yang ikhlas dalam beramal yang semata-mata hanya berharap ridho dan pahala dari Alloh, dan tidak berharap balasan dan pujian dari manusia, maka ia tidak sakit hati dan tidak bersedih ketika dicela dan dihina, apalagi hanya sekedar dikritik. Sebab hatinya kosong dari harapan pujian. Ia tetap tenang karena hatinya penuh dengan harapan ridho dan pahala dari Alloh semata. Ia sangat yakin bahwa sekalipun orang menghina atau membencinya akan tetapi Alloh meridhoi dan mencintainya. Begitupun ketika usahanya di dunia gagal (tidak mendapatkan keuntungan material) ia tidak bersedih, karena ia sudah berusaha mengerjakan sesuai dengan aturan Alloh, ia sangat yakin bahwa Alloh tidak akan menyia-nyiakan amalnya yaitu telah menyediakan pahala di sisi-Nya dengan pahala yang JAUH lebih baik dari apapun yang ada di dunia ini. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Lain halnya orang yang beramal karena ingin balasan duniawi serta pujian, maka ketika usahanya gagal, maka ia akan stress, kecewa dan sangat bersedih. Begitupun ketika hasil kerjanya berbuah kritikan, apalagi cacian dan hinaan, maka ia akan sangat sedih, kecewa dan menderita.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahro.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahro.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahro.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahro.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahro.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahro.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahro.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahro.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahro.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahro.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahro.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahro.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahro.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahro.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=47&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahro.wordpress.com/2008/11/20/beramal-dengan-ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eb8c55e3c9977fe8a49c16f7d158a2d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahro</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENANGIS KARENA TAKUT KEPADA ALLOH SWT</title>
		<link>http://abuzahro.wordpress.com/2008/11/20/menangis-karena-takut-kepada-alloh-swt/</link>
		<comments>http://abuzahro.wordpress.com/2008/11/20/menangis-karena-takut-kepada-alloh-swt/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 09:36:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahro</dc:creator>
				<category><![CDATA[serambi hati]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[ampunan]]></category>
		<category><![CDATA[menangis]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[neraka]]></category>
		<category><![CDATA[rahmat]]></category>
		<category><![CDATA[takut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahro.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Rosululloh S.A.W. telah bersabda, &#8220;Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Alloh&#8230;” Dalam kitab Daqo&#8217;iqul Akhbar diterangkan bahwa akan didatangkan seorang hamba pada hari Qiamat nanti, dan sangat beratlah timbangan kejahatannya, maka diperintahkan kepada malaikat untuk melemparkannya ke dalam neraka. Maka salah satu daripada rambut (bulu) mata orang tersebut berkata, &#8220;Wahai Tuhanku, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=43&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Rosululloh S.A.W.<span> </span>telah bersabda, </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">&#8220;Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Alloh&#8230;” </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Dalam kitab Daqo&#8217;iqul Akhbar diterangkan bahwa akan didatangkan seorang hamba pada hari Qiamat nanti, dan sangat beratlah timbangan kejahatannya, maka diperintahkan kepada malaikat untuk melemparkannya ke dalam neraka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Maka salah satu daripada rambut (bulu) mata orang tersebut berkata, </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">&#8220;Wahai Tuhanku, Rosul Engkau Nabi Muhammad S.A.W. telah bersabda, barang siapa yang menangis karena takut kepada Alloh S.W.T, maka Alloh mengharamkan matanya masuk ke neraka dan sesungguhnya aku menangis karena amat takut kepada-Mu.&#8221;</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Akhirnya Alloh S.W.T. mengampuni hamba itu dan menyelamatkannya dari api neraka berkat sehelai rambut yang pernah menangis karena takut kepada Alloh S.W.T. Malaikat Jibril A.S. mengumumkan, </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">“Telah selamat Fulan bin Fulan sebab sehelai rambut.&#8221;</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Dalam kitab lain, Bidayatul-Hidayah, diceritakan bahwa pada hari Qiamat nanti, akan didatangkan neraka jahanam dengan mengeluarkan suaranya, suara nyala apinya sangat mengerikan, semua umat menjadi berlutut karena ketakutan menghadapinya. Alloh S.W.T. berfirman, </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">&#8220;Kamu lihat (pada hari itu) setiap umat berlutut (yakni merangkak pada lututnya). Tiap-tiap umat diseru kepada buku amalannya. (Dikatakan kepadanya) Pada hari ini kamu dibalasi menurut apa-apa yang telah kamu kerjakan.&#8221;</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> (Surah Al-Jatsiyah : 28)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Saat mereka menghampiri neraka, mereka mendengar geraman suara nyala api neraka. Diterangkan dalam kitab tersebut bahwa suara nyala api neraka itu dapat didengar sejauh 500 tahun perjalanan. Pada waktu itu, akan berkata setiap orang hingga para Nabi dengan ucapan, </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">&#8220;Diriku, diriku (selamatkanlah diriku Ya Alloh),”</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> kecuali hanya seorang Nabi saja yang berkata, </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">&#8220;Umatku, umatku.&#8221;</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> Beliau ialah junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Pada masa itu keluarlah gumpalan-gumpalan api neraka jahim seperti gunung-gunung, umat Nabi Muhammad S.A.W. berusaha menghalanginya dengan berkata, </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">&#8220;Wahai api, demi hak orang-orang yang sholat, demi hak orang-orang yang ahli sedekah, demi hak orang-orang yang khusyu’, demi hak orang-orang yang berpuasa, kembalilah (mundurlah) engkau !&#8221;</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Walaupun sudah diseru demikian, api neraka itu tetap tidak mau kembali, lalu Malaikat Jibril berkata, </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">&#8220;Sungguh api neraka itu menuju kepada umat Muhammad S.A.W.&#8221;</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Kemudian Jibril A.S. membawa semangkuk air dan berkata, </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">&#8220;Wahai Rosululloh, ambillah air ini dan siramkanlah kepadanya.&#8221;</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> Lalu Rosululloh S.A.W. meraihnya, setelah itu Baginda S.A.W. menyiramkannya pada api itu, maka padamlah api itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Setelah itu Rosululloh S.A.W pun bertanya kepada Jibril A.S. </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">&#8220;Wahai Jibril, air apakah itu?&#8221;</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> Maka Jibril A.S. berkata, </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">&#8220;Itu adalah air mata orang-orang yang durhaka (ahli ma’siyat) di kalangan umatmu tetapi mereka menangis karena takut kepada Alloh S.W.T. Aku diperintahkan untuk memberikannya kepadamu agar engkau menyiramkan pada api neraka itu.&#8221;</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> Maka padamlah api itu dengan izin Alloh S.W.T.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Maka Rosululloh S.A.W. bersabda, </span><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">&#8221; Ya Alloh anugerahkanlah kami dua buah mata yang bisa menangis karena takut kepada-Mu&#8230;&#8221;</span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahro.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahro.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahro.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahro.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahro.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahro.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahro.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahro.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahro.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahro.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahro.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahro.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahro.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahro.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=43&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahro.wordpress.com/2008/11/20/menangis-karena-takut-kepada-alloh-swt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eb8c55e3c9977fe8a49c16f7d158a2d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahro</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RENCANA PEMBANGUNAN PANTI ASUHAN ANAK YATIM, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN KAUM DHUAFA GRATIS</title>
		<link>http://abuzahro.wordpress.com/2008/11/11/rencana-pembangunan-masjid-panti-asuhan-anak-yatim-sekolah-dan-pondok-pesantren-gratis/</link>
		<comments>http://abuzahro.wordpress.com/2008/11/11/rencana-pembangunan-masjid-panti-asuhan-anak-yatim-sekolah-dan-pondok-pesantren-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 16:06:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahro</dc:creator>
				<category><![CDATA[serambi hati]]></category>
		<category><![CDATA[anak yatim]]></category>
		<category><![CDATA[aset]]></category>
		<category><![CDATA[HR Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[HR Al Bukhori]]></category>
		<category><![CDATA[HR Ibnu Majah]]></category>
		<category><![CDATA[imediacyber]]></category>
		<category><![CDATA[notaris]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurus]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahro.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[MAJLIS TA&#8217;LIM DAN MAJLIS DZIKIR NURUL HIDAYAH ============================================= Kantor pusat: Jl. Daan Mogot KM 11, Tanggul Klingkit, RT 009/011, No 62, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat 11740 Rek BCA No: 756.00.1515.6 – Rek BNI No: 0186.991.587 Telp. 08128065109 / 085781194111 E-mail: abuzahro48@yahoo.com Web: www.abuzahro.wordpress.com Majlis Ta&#8217;lim dan Majlis Dzikir Nurul Hidayah, saat ini sedang merintis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=39&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAJLIS TA&#8217;LIM DAN MAJLIS DZIKIR NURUL HIDAYAH<br />
</strong></p>
<p><strong>=============================================</strong></p>
<p><strong>Kantor pusat: </strong></p>
<p><strong>Jl. Daan Mogot KM 11, Tanggul Klingkit, RT 009/011, No 62, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat 11740<br />
<em>Rek BCA No: 756.00.1515.6 – Rek BNI No: 0186.991.587</em> </strong></p>
<p><strong>Telp. 08128065109 / 085781194111<br />
</strong></p>
<p><strong>E-mail: abuzahro48@yahoo.com</strong></p>
<p><strong>Web: www.abuzahro.wordpress.com</strong></p>
<p>Majlis Ta&#8217;lim dan Majlis Dzikir Nurul Hidayah, saat ini sedang merintis (membangun)  Panti Asuhan Anak Yatim, Serta Pendidikan dan Pondok Pesantren bagi Anak Yatim dan Kaum Dhuafa di Desa Guno, RT 001/003, Kec. Jatiroto, Kab. Wonogiri, Jawa Tengah dengan luas tanah saat ini baru ada 1.110 M2.</p>
<p><strong>RENCANA PEMBANGUNAN PANTI ASUHAN ANAK YATIM  DAN PONDOK PESANTREN KAUM DHUAFA DI WONOGIRI</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>KEHIDUPAN BERAGAMA DI WONOGIRI</strong></p>
<p>Hari itu Kamis 8 September 2011, Kami (saya, istri dan anak) datang ke Desa Guno, Kec. Jatiroto, Kab. Wonogiri, Jateng untuk memenuhi unda ngan Ibu Karni yang bekerjasama dengan Panitia dan Pengurus Masjid Al Amin serta masyarakat dan aparat desa untuk mengisi ceramah acara Halal bi Halal.</p>
<p>Ibu Karni kini sudah tidak bersuami dan sudah memiliki satu cucu. Beliau  pensiunan karyawati pabrik ABC Intercallin Batterey di Jakarta. Masjid Al Amin di bangun di atas tanah wakaf dari ibu Karni, beralamat di Desa Guno, RT 001/003, Kec. Jatiroto, Kab. Wonogiri, Jawa Tengah dengan luas lebih kurang 500 meter persegi.</p>
<p>Menurut panitia dan aparat desa, acara pengajian akbar itu baru yang pertama kali diselenggarakan, terlebih mengundang penceramah dari Jakarta. Maklum di desa Guno dalam kehidupan beragama masih begitu awam. Betapa tidak, pada malam (Jum’at) itu sebelum kami mengisi ceramah, kami menyempatkan diri sholat Maghrib di masjid itu. Ternyata ma’mumnya hanya 2 orang. Kami kaget, karena bacaan Al Qur’an si imam berantakan, masih sangat jauh dari standar kebenaran ilmu tajwid. Kami jadi sedih. Begitu juga dengan sholat Isya-nya hanya 5 orang, itu juga karena mereka hendak menghadiri pengajian akbar.</p>
<p>Saat acara Halal bi Halal, kami disambut oleh masyarakat dengan sangat antusiasnya, yang hadir begitu meriah, dihadiri sekitar 500-an orang. Betapa tidak meriah, karena keadaan desa Guno adalah di perkampung an daerah pegunungan yang sepi. Antara rumah penduduk yang satu dengan yang lain saling berjauhan. Belum lagi acara itu katanya sangat mendadak tanpa persiapan karena kurang dari seminggu, dan tidak menyebarkan undangan, kecuali hanya lisan untuk beberapa wilayah RT sekitar saja. Apa lagi kebetulan hari itu juga banyak warganya yang sedang mengadakan acara hajatan.</p>
<p>Selesai acara, mereka menyampaikan harapannya agar suatu saat nanti kami berkenan untuk dapat hadir kembali jika diundang. Karena sudah malam, kami pun pulang untuk beristirahat. Malam itu kami beserta keluarga beristirahat di rumah ibu Karni.</p>
<p><strong>KEJADIAN YANG MENYEDIHKAN </strong></p>
<p>Sebelum waktu Shubuh kami sudah bangun untuk bersiap-siap ke masjid. Saat tiba waktu Shubuh, kami mendengar sayup-sayup suara adzan di kejauhan. Kami tunggu-tunggu ternyata di masjid Al Amin yang lokasinya tidak jauh dari tempat kami istirahat tidak terdengar kuman-dang adzan. Akhirnya kami ke masjid. Benar saja marbot masjid yang semalam menjadi imam sholat Maghrib dan panitia acara, ternyata masih tidur mendengkur di sebuah ruangan di sudut masjid.</p>
<p>Akhirnya kami mengaktifkan amplifier dan speaker, kemudian menguman dangkan adzan. Setelah sholat sunnah qobliyah (sunnah fajar), kami bersholawat (puji-pujian) pakai speaker sambil menunggu kehadiran jama’ah, dan kami berharap semoga puji-pujian kami juga dapat mem bangunkan marbotnya. Ternyata setelah sekian lama, marbot masjid tidak juga bangun, masih asyik dengan dengkurnya, begitupun dengan masyarakat, tidak ada yang datang. Maka kami pun putuskan untuk iqomat. Dan &#8230;.. kami sholat Shubuh sendirian. Selesai sholat, kami berdzikir panjang sampai berdo’a. Hingga kami hendak pulang, tidak ada juga seorangpun yang hadir ke masjid. Sedih, menangis dan menjerit batin ini, bercampur aduk jadi satu.</p>
<p>Lebih menyedihkan lagi adalah kejadian di siang harinya, saat pelaksanaan sholat jum’at. Pada saat mu’adzdzin mengumandangkan adzan, kami bertanya kepada orang yang semalam menjadi imam sholat maghrib yang duduk di sebelah kami. <em>“Siapa nanti yang menjadi khotib?”</em> Tanpa basa-basi untuk menawarkan kepada kami, dengan tegas dia menjawab, <em>“Saya khotibnya !” </em></p>
<p>Seusai adzan diapun naik mimbar untuk berkhutbah. Dia membaca buku khut bah jum’at. Masya Alloh&#8230; semua bacaan rukun khutbahnya, bacaan dalilnya rusak semua. Kami hanya diam tertunduk seraya menjerit dalam batin tidak berani menghentikan khutbah yang sedang berlangsung. Maklum, disitu kami adalah tamu. Dalam hati, kami ber’azam, nanti selesai sholat jum’at, kami akan mengulang dengan sholat zhuhur.</p>
<p>Kami melirik kepada mu’adzdzin yang duduk berada di sebelah kami, kami lihat dia tertunduk sambil menggeleng-gelengkan kepala setiap kali khotib membaca ayat Al Qur’an atau Hadits Nabi SAW. Selesai khutbah kedua, sang mu’adzdzinpun berdiri, kami pikir akan mengumandangkan iqomat, ternyata tidak. Beliau tiba-tiba menyampaikan himbauan dengan suara terbata-bata dan bola mata yang berkaca-kaca sepertinya berat hendak mengucapkan kata-kata. Dengan suara tertahan dan gemetar beliau menyampaikan, <em>“Para hadirin dan jama’ah sekalian yang terhor mat, sebelumnya kami mohon maaf, khususnya kepada tamu kita dari Jakarta. Demi kemaslahatan bersama, mengingat khutbah tadi belum sempurna, maka dengan segala kerendahan hati kami mohon kesediaan Bpk Ustadz Teguh untuk naik mimbar dan menyampaikan khutbah kem bali agar pelaksanaan sholat jum’at kita menjadi sempurna.”</em></p>
<p>Kami-pun menengok ke kanan dan ke kiri. Seluruh jama’ah memberi isyarat dan mempersilakan kami untuk naik mimbar. Karena merasa men dapat persetujuan dan restu dari jama’ah, maka kami pun naik mimbar untuk mengulang khutbah jum’at siang itu (9 September 2011).</p>
<p>Selesai khutbah, dan mu’adzdzin mengumandangkan iqomah, kami pun dipersilakan untuk mengimami sholat jum’at. Setelah berdo’a dan bersa lam-salaman, kami kembali ke rumah ibu Karni. Ternyata ada dua orang yang mengikuti kami dan mampir ke rumah ibu Karni untuk sharing. Ternyata beliau berdua itu pengurus musholla yang sudah berdiri se belum dibangun masjid Al Amin. Dan beliau-beliau itu pernah merantau serta mengikuti pengajian di tempat perantauannya, sehingga bisa me nilai bacaan khotib tadi.</p>
<p>Mereka berkata, <em>“Pak Ustadz, sebenarnya si FULAN itu dulu juga pernah diturunkan dari mimbar khutbah, karena memang bacaannya rusak. Dan yang membuat kami sedih dan malu adalah, mengapa dia tidak menawarkan pak Ustadz untuk menjadi khotib. Padahal semalam selesai acara tabligh akbar, kami sudah menyampaikan kepada seluruh panitia termasuk si FULAN tersebut agar besok yang mengisi khutbah jum’at adalah pak Ustadz Teguh, mumpung masih ada di desa kami. Semalam semuanya sudah setuju. Tapi mengapa dia tidak konsisten, kok tiba-tiba naik. Astaghfirulloohal ‘azhiim. Maafkan kami ya pak Ustadz&#8230;”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Sudahlah, tak apa&#8230; dengan kejadian ini kan kami jadi tahu seperti apa kualitas dia, sehingga mudah-mudahan kejadian ini menjadi pelajaran bagi dia dan bagi kita semua. Alhamdulillah bapak tadi cepat ambil sikap untuk menyelamatkan sahnya pelaksanaan sholat jum’at. Nah dengan kejadian ini, cepatlah segera diantisipasi untuk bermusyawarah dengan pengurus masjid agar mencari imam, khotib sekaligus ustadz untuk mengajar di masjid Al Amin. Dan si Fulan maupun kita semua dihimbau agar belajar lagi, supaya bacaan Qur’annya bagus. Sayang-kan itu mas jid, sudah dibangun bagus-bagus, tapi isinya kosong.”</em></p>
<p><em>“Yaa Alloh pak Ustadz, di masjid itu tidak ada pengurusnya. Adapun yang menjadi imam itu bukanlah seorang ustadz, hanya kebetulan rumahnya dekat dengan masjid. Dan di desa ini, tidak ada ustadznya, terus kami mau belajar dimana? Semoga suatu saat nanti bapak berkenan hadir kembali di desa kami.”</em> Seusai mereka berpamitan, maka tergurat di hati kami kesedihan yang amat dalam. Kami pun merenung&#8230;..</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PERMOHONAN SEBAGAI ISYARAT AMANAT ALLOH</strong></p>
<p>Kami jadi ingat waktu ibu Karni mulai belajar mengaji pada kami di Jakarta (th. 1987). Saat itu ibu Karni belum mengenal huruf Hijaiyyah sama sekali. Beliau belajar dari nol, mulai dari “a – ba – ta”. Dengan tekun dan sabar ibu Karni belajar hingga akhirnya ibu Karni dapat mem baca kitab suci Al Qur’an dengan lancar dan fasih, serta hafal beberapa do’a, kemudian rajin mengerjakan sholat yang 5 waktu bahkan tahajjud dan akhirnya beliau memutuskan untuk istiqomah menggunakan busana muslimah (jilbab).</p>
<p>Kami juga ingat, waktu sebelum krismon terjadi, ibu Karni pernah me ngadukan hal keadaan di kampung halamannya yang masih sangat awam dalam soal agama. Kebanyakan warganya tidak sholat, tidak bisa membaca Al Qur’an dan masih banyak yang mempercayai klenik, mitos, takhayul dan perdukunan. Kemudian dengan tetesan air mata ibu Karni pernah memohon kepada kami agar sudilah kiranya mau mengajar me ngaji di desa beliau. Waktu itu kami hanya tersenyum. Karena memang saat itu di samping kami masih bujangan, masih sibuk menimba ilmu, juga masih belum kebayang (blank)&#8230;.</p>
<p>Puncaknya setelah ibu Karni pensiun (Mei 2011), beliau ikut berangkat Umroh bersama kami, istri kami dan jama’ah dari Travel Heppy Prima pada Juli 2011. Lalu beliau bernadzar ingin mengundang kami ke Wono giri untuk mengisi ceramah umum setelah lebaran (1432 H). Setelah Umroh beliau memutuskan hendak pulang kampung dan hidup di desa bersama orang tuanya serta menjaga cucunya.</p>
<p>Saat umroh, di hadapan Ka’bah kami berdo’a memohon kepada Alloh agar diberikan kemudahan atau pertolongan serta kesabaran dan ke ikhlasan dalam mengemban da’wah islam ini, begitu juga kami mohon agar niat kami untuk dapat mendirikan pondok pesantren dapat dikabul kan oleh Alloh.</p>
<p>Akhirnya apa yang menjadi niat dan cita-cita kami maupun bu Karni mulai terlihat. Jalannya adalah kami dapat hadir ke Wonogiri untuk mengisi pengajian umum atas undangan ibu Karni.</p>
<p>Benar saja, setelah kami menyaksikan sendiri, dalam kehidupan beraga ma di desa ibu Karni, benar-benar nol. Setelah kami tanyakan ke pengu rus masjid maupun aparat desa, ternyata di sana tidak ada ustadz yang mengajar agama (mengaji). Penduduknya rata-rata merantau ke kota untuk bekerja. Pada ke sempatan itu bu Karni menanyakan kembali kepada kami, beliau bertanya melalui istri kami, “Bagaimana mbak Nur, mau gak tinggal di sini untuk mengajar ngaji di desa kami yang masih awam agama, bahkan mereka masih mempercayai dukun dan takhayul.”</p>
<p>Waktu itu kami belum bisa menjawab. Akhirnya setelah kami sampai di Jakarta, kami pun membicarakannya dengan istri. Serasa hati ini tertan tang dan terbakar oleh semangat untuk berda’wah (mensyi’arkan) islam di pedesaan yang masih awam. Semangat dan niat kami tumbuh dengan kuatnya. Hingga akhirnya kami bersama istri berniat untuk membangun Majlis Ta’lim dan Majlis Dzikir di dekat masjid Al Amin. Setelah kami sampaikan maksud kami kepada ibu Karni, betapa beliau sangat senang mendengarnya. Maka beliau pun menyetujuinya, bahkan beliau meng-HIBAH-kan tanahnya kepada kami dan istri kami seluas 1.110 meter persegi untuk dibangun Majlis Ta’lim dan Majlis Dzikir.</p>
<p>Saat ini kami sedang berusaha mengumpulkan dana dari para kaum aghniya, dermawan serta simpatisan untuk membangun kegiatan terse but. Insya Alloh setelah berjalan 4 – 5 tahun, kami akan melanjutkan dengan pembangunan madrasah dan pondok pesantren modern.</p>
<p>Mengingat saat ini kami sibuk dengan berbagai kegiatan ta’lim dan berbagai tugas di Jakarta, maka rencananya, setelah ada dana, kami hendak memulai pembangunan untuk gedung Majlis Ta’lim. Selanjutnya istri yang akan tinggal di Wonogiri untuk mengajar pengajian anak-anak dan ibu-ibu. Sementara itu kami tetap tinggal di Jakarta. Sebulan, sekali kami akan pulang ke Wonogiri selama seminggu untuk mengajar penga jian bapak-bapak. Demikian sampai berjalan 4 hingga 5 tahun, sehingga pembangunan terus berjalan sampai berdiri madrasah dan pondok pesantren.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PERJUANGAN TIDAK AKAN SEPI DARI UJIAN  </strong></p>
<p>Kami sadar bahwa tiada jalan yang tak berlubang, begitupun dengan perjalanan hidup dan perjuangan, tidak akan pernah sepi dari ujian dan cobaan. Dalam proses merintis dan mendirikan pondok pesantren pun tidaklah begitu saja berjalan dengan mulus tanpa hambatan. Apalagi memulai dari nol di tempat yang masih sangat awam. Namun jika kita ikhlas berjuang demi memperoleh ridho Alloh, dan kita siap menjalaninya dengan sabar dalam menghadapi segala ujian, maka kami yakin Alloh akan menolong kami.</p>
<p>Ujian itu bisa berupa cacian, celaan, fitnahan, kecurigaan, tuduhan negatif, atau buruk sangka, yang semua itu akan datang dari orang-orang yang iri dan dengki. Orang seperti itu adalah karena memperturutkan hawa nafsunya atau bisa karena bisikan setan dan antek-anteknya. Semua ujian seperti itu pernah dialami oleh seluruh Nabi dan Rosul Alloh, sebagai pelajaran buat kita.</p>
<p>Begitu juga dengan para ‘ulama yang merintis dan mendirikan pondok pesantren, mereka semua pernah mengalami ujian. Intinya untuk meraih kesuksesan dalam beramal sholeh maka harus melalui proses yang panjang, tidak ada pesantren yang langsung berdiri dengan mulusnya dalam waktu setahun atau dua tahun. Begitulah yang pernah dialami oleh guru-guru kami, para ‘ulama dan kyai.</p>
<p>Kami akan memulainya dengan membangun majlis ta’lim dan majlis dzikir terlebih dahulu. Membina masyarakat sekitar dulu agar mereka bisa membaca Al Qur’an, bisa sholat, senang ke masjid, senang melaku kan berbagai kegiatan bakti sosial yang tentunya semua itu harus kami contohkan lebih dahulu.</p>
<p>Setelah anak kami lulus dari pondok pesantren dan menjadi sarjana (insya Alloh 5 tahun lagi), maka pondok pesantren akan dikelola dan dipimpin oleh anak kami. Sedangkan kami masih terus menjalankan tugas seperti sediakala di Jakarta, sehingga kami dapat mengembang kan pembangunan pondok pesantren di tempat lain sebagai cabang. Insya Alloh cabangnya nanti akan dikelola oleh anak kami yang kedua yang insya Alloh akan lulus sarjana dari pesantren 2 tahun kemudian setelah kakaknya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PONDOK PESANTREN DAN PROFIL PENDIRINYA </strong></p>
<p>Seperti kami sebutkan sebelumnya, pada awalnya kami akan merintis majlis ta’lim dan majlis dzikir, yang kami beri nama NURUL HIDAYAH, dengan harapan menjadi cahaya hidayah yang mampu menerangi hati dan memberi petunjuk bagi warga sekitar yang masih awam agama. Kemudian pelan-pelan kami akan membangun madrasah dan pondok pesantren. Kami juga berencana menampung beberapa anak yatim dan kaum dhuafa untuk mendapatkan pendidikan secara gratis.</p>
<p>Kami akan menyelenggarakan pendidikan dengan kajian ilmu-ilmu salaf, maupun ilmu-ilmu modern, atau pendidikan ilmu agama yang dipadukan dengan ilmu pengetahuan umum, serta berbagai pendidikan ketrampilan wirausaha, sehingga diharapkan setelah santri lulus akan memiliki iman yang kuat, sholeh, benar dalam ber’ibadah, sekaligus dapat berwirausa ha, tanpa bersusah payah mencari kerja, kalau bisa mampu menciptakan lapangan kerja (walau pun jika mereka mau bekerja pada pihak lain tidaklah dilarang).</p>
<p>Perangkat yang kami gunakan adalah sebagaimana pondok pesantren modern yang lain. Baik dari kitab-kitab kuningnya, buku-buku umum, peralatan pertanian, perkebunan, peternakan, perbengkelan otomotif, peralatan elek tronik, seperti komputer, LCD proyektor, infocus, dll.</p>
<p>Perintis dan pendirinya adalah kami beserta istri dan ibu Karni. Istri kami bersama ibu Karni akan memulai dengan mengajar anak-anak dan ibu-ibu yaitu belajar membaca Al Qur’an dan menghafal bacaan sholat serta do’a sehari-hari, serta dasar-dasar fiqih ‘ibadah, beberapa prinsip aqidah dan akhlaq. Adapun kami bertindak sebagai pengasuh dan pembina untuk mendirikan, mengurus legalitas, mengajar, dan memimpin madra sah serta pondok pesantren.</p>
<p>Nama lengkap kami TEGUH WIBOWO, S.Pd.I. Lahir di Brebes pada 7 Oktober 1966. Menempuh pendidikan dari SD hingga SMA Negeri di Brebes untuk pagi harinya, sedangkan sore harinya kami belajar di Madrasah Diniyyah, malam harinya kami mengaji kepada para ‘ulama / kyai di Brebes. Setamat dari SMA Negeri II Brebes (1985) –waktu itu namanya SMPP– kami  merantau ke Jakarta. Di Jakarta kami mengaji kepada para ‘ulama dan kyai Betawi. Setelah mendapat penilaian dari guru tentang bacaan Al Qur’annya, kami diminta oleh guru kami Bpk Ust. H. Rahmatullah HS, untuk membantu mengajar anak-anak di pengajian serta mengajar di Madrasah Diniyyah dan Ibtidaiyyah Al Hasaniyyah Kapuk. Juga mengajar di Madrasah Diniyyah Darul Falah Kedaung, yang beliau pimpin. Semua berlokasi di Kec. Cengkareng.</p>
<p>Permintaan untuk mengajar private serta mengajar mengaji di beberapa tempat mulai berdatangan. Sampai akhirnya kami sering diminta mengisi khutbah Jum’at, ceramah khitanan, ceramah peringatan Hari Besar Islam, atau ceramah umum pada acara paguyuban dan arisan. Kami juga merintis untuk membentuk majlis ta’lim Al Hidayah, bagi para karyawan untuk belajar membaca Al Qur’an, tajwid, fiqih, aqidah dan akhlaq ber tempat di kediaman paman kami, bapak Haji Darsim (Ibu Hajjah Mudiha) yang beralamat di Kampung Kedaung, Kel. Kedaung Kaliangke, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Di antara jama’ah itu adalah ibu Karni dan ibu yang sekarang menjadi istri kami sendiri. Majlis ta’lim ini hingga sekarang masih berjalan.</p>
<p>Setelah kami menikah, permintaan mengisi acara ceramah umum se makin banyak, bahkan sampai keluar kota dan keluar pulau Jawa. Akhirnya kami memutuskan untuk belajar lagi, yaitu Kuliah Da’wah (D1) pada tahun 1991 di Ittihadul Muballighin, juga memperdalam bahasa Arab dan kaligrafi Islam dengan mengikuti kursus. Masih belum puas, kami mengambil Kuliah Da’wah (D1) lagi di PKM KODI DKI pada tahun 1997. Karena semakin banyak permintaan ceramah, kami juga memu tuskan untuk kuliah S1, kami mengambil Fakultas Tarbiyah Jurusan PAI (Pendidikan Agama Islam) di Institut Agama Islam Al Aqidah, waktu itu rektornya adalah Bpk KH. Irfan Zidny, MA. Kami lulus dan wisuda pada tahun 2003.</p>
<p>Berbagai kegiatan seperti seminar, diskusi, penataran dan dialog kami ikuti, dari yang regional sampai yang nasional. Kami juga tetap aktif menimba ilmu pada para ‘ulama di Jakarta, seperti : KH. Muh. Zein – Taman Kota, KH. A. Syatiri, KH. Syarifuddin, MA. KH. Alwi – Basmol, KH. Drs. Hasan Subandi – Kapuk, Ust. H. Rahmatullah, HS. – Kedaung, KH. Mahfudz Asirun, S.Ag. – Duri Kosambi, KH. Abdulloh Noor, MA. – Pluit, KH. Bunyamin – Kelapa Dua, KH. Drs. Soffar Mawardi – Srengseng, dll. Juga mengikuti pengajiannya KH. DR. Ma’ruf Amin, KH. Drs. Muh. Hidayat, MBA, KH. DR. Syafi’i Antonio. Hingga saat ini kami masih aktif mengikuti kajian kitab salaf (kitab kuning) pada beberapa ‘ulama di Jakarta.</p>
<p>Kami juga belajar qiro’at kepada Ust. Sobri – Rawa Buaya dan Ust. Yusuf Syamsuri – Pesing. Bahkan sempat ikut bergabung dengan IPQOH (Ikatan Persaudaraan Qori-qori’ah dan Hafizh-hafizhoh) Jakarta Barat. Selanjutnya kami mengikuti kursus Bahasa Arab di LPBA Al Hikmah – Bangka, dilanjutkan lagi di LBIQ DKI Jakarta – Tanah Abang. Kami juga aktif mengikuti berbagai pengajian umum di beberapa pondok pesantren di Jakarta, seperti As Shiddiqiyyah, As Syafi’iyyah, At Tahiriyyah, Al Wasilah, serta aktif mengikuti berbagai gelar tabligh akbar bersama para kyai seperti KH. Manarul Hidayat, KH. Zainuddin MZ, KH. Sumarno Syafi’i, KH. Habib Syeikh Al Jufri, KH. Syukron Ma’mun, dll.</p>
<p>Adapun di antara kitab-kitab yang kami pelajari adalah : Tafsir Jalalain, Tafsir Munir, Tafsir Khozin, Tafsir Ayatul Ahkam, Tafsir Ibnu Katsir, Shohih Bukhori, Tanwirul Hawalik (Al Muwaththo Imam Malik), Mau ’izhotul Mu’minin, Mawa hibus Shomad, Riyadul Badi’ah, Sabilul Muh tadin, Targhib wat Tarhib, Irsya dul ‘Ibad ila Sabilir Rosyad, Ihya ‘Ulu middin, Al Bidayah wan Nihayah, Riya dus Sholhin, Syarah Arba’in An Nawawi, Al Hikam, serta buku-buku agama islam berbahasa Indonesia atau yang terjemahan yang dikarang oleh Syeikh Nawawi Al Bantani – KH. Prof. Ali Mustofa Ya’qub, MA – KH. Bey Arifin – KH. Sirojuddin Abbas – Syeikh Sayyid Sabiq – Syeikh DR. Yusuf Qordhowi – KH. Drs. Ahmad Dimyathi Badruzzaman, MA – Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki – KH. Muhyiddin Abdusshomad – Syeikh Isma’il Al Anshori, dan masih banyak yang lain.</p>
<p>Insya Alloh kami akan tetap menuntut ilmu sampai akhir hayat kepada para ‘ulama (ahlinya) serta banyak membaca kitab dan buku yang dikarang oleh para ‘ulama yang sholeh agar iman dan ilmu kami tetap terjaga dan terus meningkat, sehingga ‘ibadah kami kepada Alloh SWT semakin berkualitas, menjadi hamba yang sholeh (taqwa) dan bisa mengajar ummat (berda’wah) dengan baik dan benar.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>TOLONG-MENOLONG DALAM KEBAJIKAN DAN TAQWA</strong></p>
<p>Kami sadar bahwa dalam mengemban amanat da’wah ilalloh ini tidaklah mungkin dapat berjalan sendirian. Bukankah Nabi SAW dalam me ngemban da’wah juga dibantu dari berbagai kalangan, dari kalangan sepuh adalah Abu Bakar RA, kalangan muda adalah Imam Ali RA, kalangan aghniya adalah Utsman bin Affan RA, kalangan jawara adalah Umar bin Khottob RA, dan dari kalangan kaum wanita (ibu) adalah Khodijah RA.</p>
<p>Begitupun kami, tentu tidak akan bisa berjalan jika da’wah islam ini kami pikul sendirian, kami membutuhkan bantuan orang lain (saling tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa) dari berbagai pihak. Untuk itu bagi yang ingin bersama kami dalam rangka mencari ridho Alloh, rahmat, ampunan serta surga Nya, mari bersama kami berjuang mambangun pengajian, dzikir, madrasah dan pondok pesantren di daerah yang terbelakang dalam urusan agama.</p>
<p>Kami bersama para asatidz akan mendermakan ilmu dan tenaganya, sedang kan Ibu Karni telah mendermakan tanahnya melalui wakaf seluas 1.610 meter persegi. Di atasnya telah dibangun masjid Al Amin seluas kira-kira 500 meter persegi dan sisanya diwakafkan kepada kami untuk dibangun gedung majlis ta’lim. Ini pada awalnya, insya Alloh setelah berjalan, kami akan memperluas area dengan membebaskan beberapa ratus bahkan ribu meter tanah di sekitarnya untuk dibangun madrasah dan pondok pesantren.</p>
<p>Bagi para kaum Muslimin/at serta yang ingin mendermakan sebagian rizqinya (titipan Alloh) untuk ditabungkan dan didepositokan di akhirat, untuk dibangun istana di surga dan kelak akan dirasakan manfaatnya di surga nanti, silakan salurkan dananya untuk kami bangunkan gedung pengajian bagi masyarakat, bagi kaum dhuafa (miskin), dan bagi anak yatim. Rencananya untuk anak yatim miskin tersebut akan kami gratis kan. Percayalah, gedung majlis ta’lim dan pondok pesantren tersebut akan berubah menjadi istana di surga nanti dan diberikan untuk para penyumbangnya. Salurkanlah bantuan saudara ke :</p>
<ol>
<li>BCA, Rek No          : 756.00.1515.6 *)</li>
<li>BNI, Rek No           : 0186.991.587 *)</li>
<li>BRI, Rek No           : 332.101.001.201.503 *)</li>
<li>Mandiri, Rek No      : 118.000.688.692.2 *)</li>
<li>Muamalat, Rek No : 012.940.2442 *)</li>
</ol>
<p>*)  Semua atas nama Bpk TEGUH WIBOWO, S.Pd.I.</p>
<p>Dana bantuan dapat ditransfer kapanpun dan berapapun. Insya Alloh dengan menjaga amanah Alloh akan kami gunakan sebagai pem bangunan gedung Majlis Ta’lim, Majlis Dzikir dan Pondok Pesantren. Jika ingin menyerahkan langsung kepada kami atau kami jemput, silakan hubungi kami di :</p>
<p><strong>Jl. Daan Mogot KM 11, Tanggul Klingkit, RT 009/011, No 62, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat 11740</strong></p>
<p>Telp 08128065109 / 085781194111<strong></strong></p>
<p>Kami mohon do’a dan bantuan dari pembaca sekalian semoga niat yang baik dan suci ini dapat terlaksana serta memperoleh ridho Alloh SWT. Jika Anda tidak dapat membantu dengan dana dan tenaga, maka bantulah kami dengan do’a, minimal bacakan surat Al Fatihah untuk niat dan tujuan yang mulia ini. Do’a Anda pun akan dibalas Alloh dengan ganjaran yang lebih baik. Terima kasih.</p>
<p align="center">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahro.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahro.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahro.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahro.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahro.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahro.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahro.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahro.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahro.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahro.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahro.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahro.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahro.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahro.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=39&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahro.wordpress.com/2008/11/11/rencana-pembangunan-masjid-panti-asuhan-anak-yatim-sekolah-dan-pondok-pesantren-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eb8c55e3c9977fe8a49c16f7d158a2d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahro</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MANAJEMEN KONFLIK</title>
		<link>http://abuzahro.wordpress.com/2008/11/11/manajemen-konflik/</link>
		<comments>http://abuzahro.wordpress.com/2008/11/11/manajemen-konflik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 15:50:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahro</dc:creator>
				<category><![CDATA[serambi hati]]></category>
		<category><![CDATA[cerai]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahro.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 11 Nopember 08 &#8211; oleh : Abu Zahro Mengapa terjadi konflik? Seseorang yang terlibat konflik adalah ketika ia merasa ditimpa masalah yang menyulitkan, mengganggu atau memojokkan hingga ia merasa dibuat tidak nyaman. Dari sinilah konflik itu berangkat, ya dari masalah. Pertanyaan selanjutnya, mengapa seseorang ituterkenan masalah? Masalah itu berangkat dari ketidaksukaan (tidak ridho) dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=34&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="kalender">Selasa, 11 Nopember 08 &#8211; oleh : </span><span class="keterangan"><a href="http://imediacyber.com/?pilih=pesan&amp;id=223">Abu Zahro</a></span></p>
<p class="konten"><strong>Mengapa</strong> terjadi konflik? Seseorang yang terlibat konflik adalah ketika ia merasa ditimpa masalah yang menyulitkan, mengganggu atau memojokkan hingga ia merasa dibuat tidak nyaman. Dari sinilah konflik itu berangkat, ya dari masalah. Pertanyaan selanjutnya, mengapa seseorang ituterkenan masalah? Masalah itu berangkat dari ketidaksukaan (tidak ridho) dan akibat buruk sangka (su’uzh-zhon).</p>
<p>Sebenarnya dari pernyataan tersebut, jawabannya sangat mudah untuk ditarik kesimpulannya, yaitu: agar tidak terjadi konflik, maka jangan ada masalah, agar tidak terjadi masalah maka kita belajar suka (ridho) dan berbaik sangka (husnuzh-zhon).</p>
<p>Sekarang mari kita bahas dulu tentang, apa itu masalah? Secara etimologi (harfiyah) masalah itu dari akar kata “sa’ala – yas’alu – su’aalan (soal)” kemudian terjadilah bentukan kata “mas’alah” (artinya: persoalan) dengan kedudukan (posisi) pada wazan (timbangan) “isim zaman dan isim makan” (kata benda yang menunjukkan waktu dan tempat). Artinya mas’alah (persoalan) itu tidak bisa terlepas dari waktu dan tempat, berarti kapanpun dan dimanapun kita berada maka kita akan terkena masalah, atau masalah itu pasti akan tetap terjadi kapanpun dan dimanapun. Oleh karena itu kita tidak bisa menghindari masalah. Kemanapun kita berlari maka di situ kita akan terkena masalah.</p>
<p>Asumsi keumuman yang terjadi di masyarakat adalah bahwa masalah itu adalah sesuatu yang tidak disukai, sedangkan masalah yang disukai maka itu bukan masalah. Contohnya, seorang istri yang diceraikan suaminya akan menjadi masalah jika si istri tidak suka dicerai. Tapi jika si istri memang menginginkan untuk dicerai (artinya ia memang suka untuk dicerai), maka hal itu tidak jadi masalah. Contoh lain, seorang gadis yang tidak suka dengan jilbab, maka akan menjadi masalah jika dipaksa memakai jilbab. Sedangkan bagi gadis yang suka dengan jilbab, jangankan disuruh, tanpa disuruh pun ia dengan kesadarannya akan memakai.</p>
<p>Di sinilah kemudian kita harus belajar. Bagaimana agar tidak terjadi konflik? Jawabnya adalah, bagaimana agar tidak terjadi masalah. Dan bagaimana agar tidak terjadi masalah? Jawabnya, bagaimana caranya kita belajar menyukai. Di sinilah letak akar masalahnya.</p>
<p>Islam mengajarkan kepada kita agar kita Ridho (suka) menerima apapun peristiwanya yang terjadi (sebagai ketetapan Alloh) dengan disertai berbaik sangka (husnuzh-zhon) kepada Alloh bahwa kejadian (taqdir Alloh) itu pasti ada hikmahnya (Alloh menghendaki kebaikan di balik kejadian itu). Tak mungkin Alloh menghendaki keburukan. Alloh menciptakan kejadian buruk, tapi Alloh menghendaki kebaikan dibalik kejadian buruk itu. Begitulah, Alloh menghendaki kebaikan dalam setiap kejadian apapun. Alloh menghendaki kemudahan di balik setiap kesulitan. Alloh menciptakan peluang amal, peluang ibadah, peluang pahala, peluang rahmat, ampunan dan surga-Nya di balik setiap masalah. Hanya kitanya saja yang sering tidak ridho dan berburuk sangka, hati kita sudah buruk duluan, maka akibatnya mulut kita pun akan berkata buruk dan badan kita juga akan bertindak buruk. Karena mulut dan anggota badan, hanyalah mencerminkan apa yang ada di hati belaka.</p>
<p>Jika kita merasa terganggu dengan tangisan anak, maka tangisan anak itu menjadi masalah buat kita, kemudian kita akan menyikapinya dengan emosional dan tindakan kasar. Tapi kalau kita berhusnuzh-zhon kepada Alloh bahwa di balik tangisan anak itu ada peluang amal, dimana Alloh sudah menyiapkan pahala jika kita mau memeluknya atau menggendongnya dengan kasih sayang dengan niat melaksanakan perintah Alloh dan berharap ridho-Nya, maka kita telah berhasil menangkap peluang itu, kita telah beribadah kepada Alloh, kita telah memanfaatkan peluang amal. Akibatnya kita akan berkata ramah dan bertindak santun serta lemah lembut disertai kesabaran dan keikhlasan.</p>
<p>Jika kita melihat istri kita cemberut dan kita tidak suka, karena menganggap hal itu memusingkan kita, maka cemberutnya istri jadi masalh buat kita setelah itu akan timbul konflik. Tapi jika kita mampu menangkap peluang kebaikan dan amal (berbaik sangka kepada Alloh, bahwa dibalik ciptaan Alloh yaitu istri yang cemberut itu Alloh menyiapkan pahala jika kita menyikapinya dengan benar) maka kita akan berusaha mengajak istri berkomunikasi dengan ramah dan santun serta memotivasi dengan bijak, sabar dan ikhlas. Dipeluknya istri kita, dibelai, dicium dan diberikan cerita serta nasehat yang baik dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Dengan demikian kita melihat cemberutnya istri itu bukan masalah akan tetapi peluang. Artinya cemberutnya istri itu tidak menimbulkan konflik, akan tetapi membuahkan peluang kebaikan, peluang amal, peluang ibadah dan peluang pahala.</p>
<p>Alloh SWT berfirman:<br />
<em>“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Alloh. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Alloh tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”</em> QS. 57:22-23</p>
<p>Juga firman-Nya: <em>“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin (kehendak) Alloh; dan barangsiapa yang beriman (ridho dan berbaik sangka) kepada Alloh niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Alloh Maha mengetahui segala sesuatu.”</em> QS. 64:11</p>
<p>Rosululloh SAW: Alloh SWT berfirman dalam Hadits Qudsi:<br />
<em>“Hamba-Ku menyakiti Aku, mereka mencela zaman, Aku-lah Sang Zaman, karena Aku Yang Mempergilirkan Malam dan Siang (Yang Menciptakan peristiwa demi perintiwa.)”</em> HR. Bukhori – Muslim.</p>
<p>Juga sabdanya:<em> “Berbaik sangka kepada Alloh itu termasuk ibadah yang baik.”</em> HR. Abu Dawud.</p>
<p>Di samping masalah itu akibat dari tidak suka (yang berbuah tidak ikhlas) dan berburuk sangka (yang berbuah tidak sabar), ada penyebab lainnya, yaitu dalam berbuat orientasinya henya mengharapkan keuntungan duniawi ataupun syahwati, maka dampaknya jika sesuatu dianggap akan merugikan bisa membuat masalah dan konflik. Dia hanya akan senang jika sesuatu akan menguntungkan secara finansial dan material, inilah kaum materialis dan hedonis.</p>
<p>Untuk itulah Alloh mengajarkan kepada kita bahwa jika kita melakukan sesuatu hendaklah diniatkan untuk ibadah (yaitu semata-mata demi mentaati Alloh dan berharap imbalan atau balasan dari Alloh, yaitu pahala di sisi-Nya rahmat, ampunan dan surga-Nya). Peluang-peluang dimaksud adalah peluang amal, peluang ibadah dan peluang untuk mendapatkan balasan dari Alloh yang besar di akhirat kelak. Adapun manfaat duniawinya tak perlu dipusingkan, karena Alloh telah berjanji, barangsiapa yang beramal demi akhiratnya maka Alloh akan memberikan keuntungan dunianya dan akhiratnya sekaligus. Akan tetapi barang siapa yang beramal demi dunia dan perhiasannya, maka Alloh akan memberikan keuntungan dunianya dengan sempurna akan tetapi ia diakhirat tidak memperoleh apapun kecuali Neraka.</p>
<p>Alloh SWT berfirman:<br />
<em>“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”</em> QS. 11: 15-16</p>
<p>Juga firman-Nya:<br />
<em>“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya (dunia maupun akhiratnya) dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.”</em> QS. 42:20</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahro.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahro.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahro.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahro.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahro.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahro.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahro.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahro.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahro.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahro.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahro.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahro.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahro.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahro.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=34&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahro.wordpress.com/2008/11/11/manajemen-konflik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eb8c55e3c9977fe8a49c16f7d158a2d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahro</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ATAS NAMA CINTA</title>
		<link>http://abuzahro.wordpress.com/2008/08/20/atas-nama-cinta/</link>
		<comments>http://abuzahro.wordpress.com/2008/08/20/atas-nama-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 02:21:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahro</dc:creator>
				<category><![CDATA[serambi hati]]></category>
		<category><![CDATA[abu zahro]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[demi cinta]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[neraka]]></category>
		<category><![CDATA[pejabat]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahro.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ayah atau suami demi cintanya kepada keluarga, sering kali memberikan barang yang disukai oleh keluarganya. Bisa juga pemberian itu karena sebagai bentuk hadiah di hari ulang tahunnya atau sebagai hadiah atas prestasinya. Atau mungkin karena memberi karena permintaan anaknya hanya sekedar demi agar tidak menangis atau tidak “ngambek.” Namun seringkali pula seorang ayah atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=30&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Seorang ayah atau suami demi cintanya kepada keluarga, sering kali memberikan barang yang disukai oleh keluarganya. Bisa juga pemberian itu karena sebagai bentuk hadiah di hari ulang tahunnya atau sebagai hadiah atas prestasinya. Atau mungkin karena memberi karena permintaan anaknya hanya sekedar demi agar tidak menangis atau tidak “ngambek.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Namun seringkali pula seorang ayah atau seorang suami lupa bahwa pemberiannya itu justru akan mencelakakan atau menjerumuskan keluarganya. Betapa tidak barang yang diberikan kepada keluarganya telah membuat mereka semakin jauh melupakan Alloh, membuat keluarganya semakin mencintai harta benda dan tidak lagi ingat Alloh dan melalaikan sholat, juga melupakan Al Qur’an.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Akhirnya keluarganya terperosok ke dalam Neraka yang siksaan di dalamnya amat dahsyat. Para orang tua melupakan untuk mendidik anak-anaknya dengan mempelajari Al Qur’an secara sungguh-sungguh, demikian pula pendidikan keimanan (tauhid), sholat, dan akhlaq mulia. Bukankah di akhirat nanti Alloh akan menanyakan kepada seluruh hamba-Nya perihal tauhid, sholat atau ibadah dan akhlaq mulia? Apabila hamba-Nya lulus yaitu mentauhidkan Alloh dan bebas dari kesyirikan, rajin mendirikan sholat dan berakhlaq mulia, maka mereka akan dimasukkan ke dalam Surga-Nya yang penuh dengan segala kenikmatan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Begitu pula dengan para pemimpin bangsa dan negara, mereka hanya memikirkan bagaimana caranya membangun negeri dengan pembangunan fisik semata. Mereka membangun gedung-gedung tinggi pencakar langit, membangun jalan-jalan yang bagus, dan menyediakan segala sarana untuk memakmurkan dan mensejahterakan rakyatnya secara fisik semata. Mereka lupa mendidik dan membangun rakyatnya agar mereka menjadi orang-orang beriman dan bertaqwa. Mereka lupa membangun segala sarana yang dapat membangun mental spiritual dan memerintahkan rakyatnya agar belajar agama dengan sungguh-sungguh serta memasukkan pelajaran agama yang memadai ke dalam kurikulum pendidikan nasional.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Mereka juga tidak membuat peraturan dan undang-undang yang memerintahkan rakyatnya untuk mempelajari Qur’an dan Sunnah Rosul-Nya serta memerintahkan ibadah kepada rakyatnya serta memberinya sangsi dan hukuman kepada rakyatnya yang membangkang atas perintahnya dan pelanggaran undang-undangnya ini.<span> </span>Semua itu katanya atas nama cinta. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Ingatlah sabda Nabi SAW: <em>“<span style="color:#0000ff;">Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan dimintai pertanggung jawaban terhadap orang-orang yang dipimpinnya&#8230;”</span></em> HR. Bukhori -<span> </span>Muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Ingat firman Alloh SWT:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”</span></em></span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> QS. 7:96</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Dunia adalah tempat untuk beribadah kepada Alloh SWT. Dunia adalah kesenangan sementara dan sering menipu. Sedangkan akhirat itulah kehidupan yang sesungguhnya, jika kita mengetahui. Alloh SWT berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#800000;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”</span></em></span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> QS. 6:32</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">“<span style="color:#800000;">Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari qiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”</span> </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">QS. 3:185</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#800000;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.”</span></em></span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> QS. 29:64</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span><span style="color:#800000;">“</span></span></em><span style="color:#800000;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku.”</span></em></span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> QS. 51:56</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Sungguh surga itu tempat segala kenikmatan yang tiada bandingnya yang disiapkan Alloh bagi orang-orang yang bertaqwa yaitu mereka yang mengabdi kepada Alloh SWT dan menjauhi perbuatan syirik. Di dalamnya ada sungai susu, sungai madu, sungai arak dan sungai air jernih. di surga disediakan buah-buahan yang segar, manis dan wangi. Istananya berdinding emas. Pakaiannya terbuat dari sutera bertatahkan intan berlian. Di surga juga disediakan bidadari yang cantik, wangi dan tetap perawan untuk selamanya. Dan segala kenikmatan lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Alloh SWt berfirman: </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#800000;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.”</span></em></span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><span style="color:#800000;"> </span>QS. 3:133</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span><span style="color:#800000;">“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan beramal sholeh, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rizqi buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : &#8220;Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.&#8221; Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya (kenikmatan di syurga itu adalah kenikmatan yang serba lengkap, baik jasmani maupun rohani).”</span> </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">QS. 2:25</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span><span style="color:#800000;">“(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah (surga) yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada beubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak beubah rasanya, sungai-sungai dari khomar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Robb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam (neraka) Jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?”</span> </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">QS. 47:15</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Sedangkan Neraka itu berisi api dan siksaan yang mengerikan yang disediakan bagi orang-orang musyrik yang mencintai dunia melebihi dari cintanya kepada Alloh. Mereka mengabdi kepada benda tetapi tidak mengabdi kepada Alloh. Demi meraih suatu benda mereka rela berbuat apapun. Tapi perintah Alloh mereka tinggalkan dengan begitu entengnya. Maka kelak mereka akan meyesal untuk selamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Alloh SWT berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><span style="color:#800000;">“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain (baru), supaya mereka merasakan azab (yang pedih). Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”</span> </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">QS. 4:56</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Alloh berfirman: <span style="color:#800000;">&#8220;Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (yang menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian (para pengikut) di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu (para pemimpin): &#8220;Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka&#8221;. Alloh berfirman: &#8220;Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui&#8221;. </span></span></em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">QS. 7:38</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#800000;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Alloh), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Alloh), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Alloh). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”</span></em></span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> QS. 7:179</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abuzahro.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abuzahro.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahro.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahro.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahro.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahro.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahro.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahro.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahro.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahro.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahro.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahro.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahro.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahro.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahro.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahro.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=30&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahro.wordpress.com/2008/08/20/atas-nama-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eb8c55e3c9977fe8a49c16f7d158a2d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahro</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HUT RI</title>
		<link>http://abuzahro.wordpress.com/2008/08/12/hut-ri/</link>
		<comments>http://abuzahro.wordpress.com/2008/08/12/hut-ri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 08:09:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahro</dc:creator>
				<category><![CDATA[serambi hati]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[maksiyat]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahro.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[12 Agustus 2008, Abu Zahro Wahai saudaraku sebangsa setanah air, sebentar lagi kita akan memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Hampir seluruh lapisan bangsa ini meramaikan hari tersebut dengan berbagai kegiatan bersenang-senang. Berbagai lomba-pun digelar dari tingkat RT sampai tingkat Nasional. Di antara mereka ada yang mengadakan acara tasyakuran dalam arti positif. Ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=28&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>12 Agustus 2008, Abu Zahro</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Wahai saudaraku sebangsa setanah air, sebentar lagi kita akan memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Hampir seluruh lapisan bangsa ini meramaikan hari tersebut dengan berbagai kegiatan bersenang-senang. Berbagai lomba-pun digelar dari tingkat RT sampai tingkat Nasional. Di antara mereka ada yang mengadakan acara tasyakuran dalam arti positif. Ada pula yang menyelenggarakan perlombaan yang tidak terlalu mengarah kepada perbuatan negatif, namun membangun kerukunan dan kebersamaan baik sesama warga maupun keluarga. Namun tidak sedikit pula kepanitiaan Agustusan ini yang menggelar acara, kegiatan, perlombaan, sampai pesta kemaksiyatan yang mengundang Murka Alloh.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Ada yang menyelenggarakan acara Tujuh Belasan Agustus dengan bersujud syukur, ceramah agama untuk mengenang jasa para pahlawan serta mengingatkan segala nikmat Alloh, santunan anak yatim, sholaturrohim dan makan bersama warga. Ada yang bersenang-senang dengan lomba memasak, lomba gerak jalan, lomba baca puisi, lomba berpidato, lomba mengarang, lomba menggambar, kemudian ditutup dengan sambutan panitia dan tokoh masyarakat serta pembagian hadiah.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Namun sungguh sangat disayangkan ada berapa banyak di antara warga negara komponen bangsa ini yang menyelenggarakan acara Tujuh Belasan dengan kemaksiyatan seperti lomba joget, lomba panjat pohon pinang, selanjutnya ditutup dengan acara puncak dengan layar tancap atau panggung dangdut dengan mempertontonkan aurat serta goyangan yang dapat membuat penontonnya terangsang. Belum lagi ada yang berjoget hingga lupa diri bahkan tidak sedikit ada yang minum minuman keras atau mengkonsumsi obat-obatan terlarang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Saudaraku sebangsa setanah air, apakah negeri yang telah dianugerahi nikmat besar yaitu dimerdekakan oleh Alloh swt akan kita isi dengan kemaksiyatan yang justru akan mengundang Muska dan Adzab Alloh? Ataukah akan isi dengan mensyukuri nikmat-Nya itu dengan segala amal sholeh dan ketaan kepada-Nya yang mengundang Rahmat dan Berkah-Nya? Semua terpulang kepada kita.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Renungkan firman Alloh swt berikut ini:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff00ff;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa (mereka giat beramal sholeh, mentaati Aloh dan menjauhi maksiyat), pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu (dengan melakukan berbagai maksiyat dan pelanggaran agama), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. QS. 7:96</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><span style="color:#ff00ff;"><em>Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; &#8220;Sesungguhnya jika kamu bersyukur (menggunakan nikmat Alloh untuk beribadah kepada-Nya), pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku, menggunakan nikmat Alloh untuk maksiyat kepada-Nya), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih&#8221;. QS. 14:7</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Ada pertanyaan menggelitik di teliga kita, “Apakah kita tidak boleh bersenang-senang barang setahun sekali?” Maka jawabnya adalah pertanyaan balik, “Haruskah bersenang-senang itu dengan cara bermaksiyat? Tidak adakah cara bersenang-senang yang mengundang rahmat dan berkah?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Saudaraku sebangsa setanah air. Alloh menciptakan segalanya selalu berpasangan, ada siang ada malam, ada kanan ada kiri, begitulah ada halal ada pula yang haram. Begitupun dengan bersenang-senang ada senang-senang yang halal ada pula senang-senang yang haram. Kalau tidak tahu, bertanyalah kepada orang yang tahu (Ulama), senang-senang apakah yang halal?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Alloh swt berfirman: <span style="color:#0000ff;"><em>“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan<strong><sup> </sup></strong>(Ulama), jika kamu tidak mengetahui.” QS. 16:43</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Apakah tidak senang dengan lomba baca puisi, lomba gerak jalan, lomba masak memasak, lomba berpidato, lomba mengarang, dll yang semuanya dikemas dengan cara yang Islami? Kemudian setelah itu ditutup dengan acara puncak santunan anak yatim, pembagian hadiah dan ceramah atau nasehat keagamaan?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Wahai saudaraku sebangsa setanah air dan seagama, kami yakin anda tahu sendiri jawabannya&#8230;!!!</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abuzahro.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abuzahro.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahro.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahro.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahro.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahro.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahro.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahro.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahro.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahro.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahro.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahro.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahro.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahro.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahro.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahro.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=28&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahro.wordpress.com/2008/08/12/hut-ri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eb8c55e3c9977fe8a49c16f7d158a2d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahro</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JERITAN HATI SI MISKIN</title>
		<link>http://abuzahro.wordpress.com/2008/08/07/jeritan-hati-si-miskin/</link>
		<comments>http://abuzahro.wordpress.com/2008/08/07/jeritan-hati-si-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 09:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahro</dc:creator>
				<category><![CDATA[serambi hati]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[jeritan]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>
		<category><![CDATA[semoga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahro.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari datanglah ke puskesmas seorang ibu yang menggendong anaknya yang berusia dua bulan bersama suaminya. Rupanya mereka ingin mengobati anaknya yang demam tinggi. Ibu terlihat begitu gelisah. Ia menunggu giliran antrian. Sementara itu anaknya rewel dan terus menangis. Suaminya terlihat mendampingi dengan wajah cemas. Ibu itu sibuk membujuk dan merayu bayinya agar tidak menangis, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=23&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial;" lang="IN">Suatu hari datanglah ke puskesmas seorang ibu yang menggendong anaknya yang berusia dua bulan bersama suaminya. Rupanya mereka ingin mengobati anaknya yang demam tinggi. Ibu terlihat begitu gelisah. Ia menunggu giliran antrian. Sementara itu anaknya rewel dan terus menangis. Suaminya terlihat mendampingi dengan wajah cemas. Ibu itu sibuk membujuk dan merayu bayinya agar tidak menangis, berbagai cara ia lakukan, dengan menimang-nimang, mengayun-ayunkan dalam pelukannya, namun bayi ini tak kunjung diam, ia tetap rewel dan menangis. Ibu dan bayinya inipun menjadi perhatian pasien yang lain, hampir semua mata memandangnya. Entahlah apakah pandangan kasihan ataukah pandangan merasa terganggu dengan berisiknya suara bayi itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial;" lang="IN">Sementara itu petugas jaga tiket antrian cuek saja. Setelah tiba gilirannya maka ibu ini segera mengambil tiket dan membayar uang recehan Rp. 3.000,- Setelah inipun ibu dan suaminya masih harus mengantri untuk menunggu panggilan bu bidan atau pak dokter. Ibu ini terus saja mondar-mandir sibuk mendiamkan anaknya yang rewel. Akhirnya ibu ini dipanggil juga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial;" lang="IN">Setelah menghadap maka segera ibu ini menyampaikannya keluhannya, “Tolong bu anak saya ini sangat panas. Tolong segera diobati.” Sejurus kemudian bu bidan memeriksa badan bayi yang demam itu. “Anak ini harus dirawat karena demam tinggi. Tapi ibu harus membayar dulu.” Seru bu bidan itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial;" lang="IN">“Berapa bu?” jawab ibu pasien. “Dua puluh ribu rupiah.” Jawab bu bidan singkat. “Tapi kami punya asuransi pengobatan orang miskin bu&#8230;!” ibu pasien berusaha menjelaskan. “Pokoknya ibu bayar dulu, baru kami tangani.” Bu bidan itu pun mengabaikan ibu pasien ini sambil memanggil nomor urut pasien lainnya.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial;" lang="IN">Segera ibu itu menemui suaminya, “Pak kita harus segera cari uang Rp. 20.000,- kalau tidak bayar dulu anak kita tidak diobati.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial;" lang="IN">“Ya sudah kamu tunggu di sini, saya cari uang dulu ya.” Segera suaminya bergegas keluar puskesmas dan berusaha mencari uang Rp. 20.000,- Entah hendak pergi kemana ia untuk mendapatkan uang itu. Belum lama suaminya pergi, tiba-tiba anak yang menangis itu diam dalam gendongan ibunya. Ibu itu tersentak kaget. Kok tiba-tiba diam. Dilihatnya anaknya itu dengan seksama. Ia tidak tahu apa yang terjadi. Segera ia memberanikan diri menerobos masuk ruang kerja dokter dan menanyakan apa yang terjadi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial;" lang="IN">Melihat ibu yang panik itu, dokter segera memeriksa si bayi yang berada dalam gendongan ibunya. Tiba-tiba dokter itu menoleh ke wajah ibu dan berkata, “bayi ini sudah meninggal.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial;" lang="IN">Bagai di sambar petir di siang bolong, ibu ini begitu terpukulnya. Ia segera berhambur keluar dan menangis<span>  </span>tersedu-sedu menunggu kedatangan suaminya yang sedang berusaha mencari uang<span>  </span>Rp. 20.000,- guna mengobati bayinya. Tak lama kemudian suami ibu itupun datang, “Bu, alhamdulillah aku sudah mendapatkan uang Rp. 20.000,- boleh pinjam sama tetangga kita.” Begitulah bapak itu berbicara dan langsung saja duduk di samping istrinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial;" lang="IN">Namun ibu itu justru semakin keras suara tangisnya. Suaminya menjadi bingung karenanya. “Pak, anak kita sudah meninggal dunia.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial;" lang="IN">Betapa tersentaknya bapak itu. Ditatapnya dalam-dalam jabang bayi dan darah dagingnya yang begitu disayanginya. Wajahnya sudah pucat pasi. “Innaalillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun.” Uang Rp. 20.000,- itupun dimasukkan kembali ke dalam saku bajunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial;" lang="IN">Dengan langkah gontai kedua suami istri itu segera meninggalkan puskesmas itu. Suaminya dengan bergumam ia berkata, “Ya Alloh ampunilah bu bidan itu, berilah ia hidayah-Mu.” Beberapa pasang mata berkaca-kaca dan meneteskan air memandang sepasang suami istri yang sedang dilanda duka. Bu bidan yang melihat kejadian itu ikut menangis seakan merasa bersalah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial;" lang="IN">Semoga kisah ini menjadikan pelajaran bagi kita semua. Hendaknya kita menolong orang yang berada dalam kesusahan tanpa harus dahulu meributkan keuangan atau imbalan, terlebih kita tahu bahwa yang ditolong adalah orang miskin. Benar bahwa kematian adalah urusan Alloh, ia adalah taqdir-Nya. Akan tetapi jika kita sudah menolong seseorang yang berada dalam kesulitan maka kita sudah mendapatkan pahala dan kita tidak akan disalahkan oleh orang yang kita tolong, kita juga tidak disalahkan oleh Alloh SWT, bahkan kita akan mendapatkan pahala dari-Nya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial;" lang="IN">Nabi SAW bersabda: <em><span style="color:#0000ff;">“Alloh akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu suka menolong saudaranya.”<br /></span></em><br /></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abuzahro.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abuzahro.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahro.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahro.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahro.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahro.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahro.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahro.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahro.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahro.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahro.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahro.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahro.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahro.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahro.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahro.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=23&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahro.wordpress.com/2008/08/07/jeritan-hati-si-miskin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eb8c55e3c9977fe8a49c16f7d158a2d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahro</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SURAT UNTUK BU DOKTER</title>
		<link>http://abuzahro.wordpress.com/2008/08/07/surat-untuk-bu-dokter/</link>
		<comments>http://abuzahro.wordpress.com/2008/08/07/surat-untuk-bu-dokter/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 09:22:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahro</dc:creator>
				<category><![CDATA[serambi hati]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[surat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahro.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Istri saya memang sering sakit. Dia memang memiliki hipertensi dan beberapa keluhan penyakit lainnya. Karenanya istriku sering berobat yang secara otomastis sering berinteraksi dengan bidan ataupun dokter. Terkadang istriku berobat di rumah sakit, bahkan tak jarang ia dirawat inap. Terkadang berobat ke klinik 24 jam. Pun sering pula berobat ke puskesmas. Ya masalah berobat bukanlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=21&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Istri saya memang sering sakit. Dia memang memiliki hipertensi dan beberapa keluhan penyakit lainnya. Karenanya istriku sering berobat yang secara otomastis sering berinteraksi dengan bidan ataupun dokter. Terkadang istriku berobat di rumah sakit, bahkan tak jarang ia dirawat inap. Terkadang berobat ke klinik 24 jam. Pun sering pula berobat ke puskesmas. Ya masalah berobat bukanlah hal yang aneh bagi keluargaku. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Dari sekian kali berobat dan sudah mengalami berobat di berbagai tempat, maka bermacam-macam pula pengalaman yang kami alami. Sikap bidan dan dokterpun bermacam-macam pula. Ada yang ramah, ada yang judes, ada lembut ada pula yang kasar. Suatu hari ketika istri saya berobat di puskesmas keliling (maklum kami memilih berobat di situ karena praktis, cepat dan biaya murah) maka giliran istri saya di panggil.<span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">“Nomor 70 !” demikian seru si asisten bu dokter yang duduk di sampingnya. Segera istriku beranjak dari tempat duduk antrian dan menghadap bu bidan. Tiba-tiba bu dokter dengan wajah yang dingin dan tatapan mata yang tidak bersahabat berkata: “Ibu ini kerjanya sakit melulu&#8230;! Apa gak pengin sehat. Makanya apa yang dianjurkan dokter. Dari catatan di sini, ibu lagi-lagi darah tinggi. Apa anjuran dokter tidak dihiraukan&#8230;? Coba sini lengannya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Aku yang duduk di tempat antrian memperhatikan bu dokter dan istriku sambil berdo’a. “Ya Alloh, sembuhkanlah istriku, jadikanlah penyakit penyakit ini sebagai penebus dosa-dosa kami, berilah kami kesabaran. Berilah hidayah-Mu buat bo dokter itu, ya Alloh. Dan ampunilah dosa-dosanya.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Kemudian dengan sedikit kasar lengan istri sayapun ditariknya tidak dengan lembut, dan diperiksalah tensinya. Seolah-olah sudah biasa, iapun berkata kembali dengan suara ditekan, “Tuh kan, mas tensinya 180/110. Ini bisa bahaya, bisa strooke. Ibu mau strooke&#8230;!?” Istri tidak menjawab, hanya menggelengkan kepala. Kulihat wajah istriku semacam kecewa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Sejurus kemudian bu dokter itupun menuliskan resepnya. Setelah selesai kemudian menyerahkan kepada istriku “Nih ambil obatnya, minum yang teratur dan jauhi segala pantangan yang pernah saya kasih tahu sama ibu, kalau gak pengin sakit lagi&#8230;!!!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Istriku pun ngeloyor menuju tempat pengambilan obat seraya menyerahkan uang recehan Rp. 2.000,- setelah itu kami pun pulang. Istriku dengan wajah yang kecewa sedikit menggerutu, “Mas bu dokter itu kok angkuh dan kasar sekali ya? Mungkin Mas baru tahu aku diperlakukan begini. Memang dokter yang jaga berganti-gantian Mas. Tapi setiap kali yang jaga bu dokter “itu” aku selalu tegang, karena sikapnya yang kasar. Tapi aku perhatikan bukan cuma aku, rupanya ibu-ibu yang lain juga mengeluh hal sama seperti aku.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">“Sudahlah, sabar saja. Mungkin ia tidak sadar. Mudah-mudahan dengan sabar dan penyakit yang kamu derita menjadi penyebab terhapusnya dosa-dosamu dan dosa-dosa kita. Sekarang kita do’akan saja, semoga bu dokter “itu” diampuni oleh Alloh dan diberi hidayah atau diberi pelajaran oleh Alloh yang sangat berharga bagi dia, agar dia tersadar dan segera mengakhiri sifat buruknya itu.” Sahutku sambil menyetir sepeda motor. “Aamiin&#8230;” Istriku meng-amin-kannya sambil membonceng di belakangku, ia menggendong anakku yang masih bayi. Kami melaju melalui lorong-lorong perkampungan di tengah kota Jakarta di tengah teriknya sinar mentari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Dalam keheningan, sejurus kemudian istriku tiba-tiba berkata, “Tapi Mas, kalau bu dokter itu tidak ditegur dan diingatkan, maka ia mungkin akan tetap begitu terus. Kasihan kan ibu-ibu yang lain, bahkan juga kasihan juga bu dokter itu. Sudah capek-capek bekerja tapi gak dapat pahala.” Benar juga kata istriku, “Ya sudah, kamu berani gak menegurnya&#8230;?” Demikian pancingku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Istriku terdiam. Kami terus melaju dengan sepeda motor kami pulang. Tiba-tiba kami sudah dekat dengan rumah kontrakan kami. Setelah duduk dan menyalakan kipas angin untuk mengeringkan keringat yang bercucuran, istriku angkat bicara, seolah-olah sifat bu dokter itu masih menyibukkan fikirannya. “Mas bagaimana kalau Mas menulis surat buat bu dokter itu, dengan niat karena Alloh ingin mengingatkan. Siapa tahu dengan surat Mas, bu dokter itu mendapat hidayah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">“Aamiin. Boleh juga idemu. Baiklah insya Alloh segera aku tulis surat buat bu dokter itu. Nanti kalu kamu berobat lagi dan ketemu bu dokter itu serahkan ya ? Tapi waktu menyerahkannya senyum lho ! Jangan cemberut dan jangan dendam.” Begitu aku mengingatkan istriku. “Insya Alloh&#8230;” jawab istriku. Akupun mulai menulis surat yang diinginkan istriku. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><em><span style="color:#008000;">Assalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh.</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><em><span style="color:#008000;">Bu dokter yang kami hormati. Kami para pasien yang sering berobat ke bu dokter sering merasa kecewa dan takut, karena sikap bu dokter yang kasar dan suka membentak-bentak. Kami sadar bahwa kami juga tidak ingin sakit. Sakit bukanlah hal yang kami inginkan. Kami pun sudah berusaha menjaga kesehatan. Tapi bukankah kita hanya bisa berusaha, tapi Alloh-lah yang menentukan. Bukankah sakit itu pemberian Alloh kepada hamba-Nya sebagai bukti Kasih Sayang-Nya. Karena Nabi SAW bersabda: “Siapa seorang hamba yang ditimpa penyakit kemudian ia bersabar dan berobat dengan cara yang benar, maka penyakitnya itu akan menjadi penebus dosa-dosanya yang telah lalu.”</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><em><span style="color:#008000;">Bu dokter yang kami hormati. Namun walaupun kami tidak ingin sakit, tetap saja penyakit itu datang lagi. Saya pikir ini adalah yang terbaik menurut Alloh untuk saya. Bahkan saya juga berfikir, bahwa ini juga yang terbaik untuk dokter. Coba bu dokter renungi, jika tidak ada orang sakit, lalu bu dokter mau kerja apa? Apakah tanpa ada pasien bu dokter bisa beker untuk memperoleh nafkah (gaji)? Tidak hanya itu, dengan mengobati pasien dengan baik, ramah dan ikhlas, maka bu dokter akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Alloh. Ingat bu dokter, bahwa kerja bu dokter itu mengobati, bukan menyembuhkan. Dan untuk itu bu dokter digaji dan mendapatkan pahala jika kerja bu dokter baik menurut pandangan Alloh dan Rosul-Nya. </span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><em><span style="color:#008000;">Apa bu dokter menginginkan semua manusia sembuh dan sehat tanpa penyakit? Apa bu dokter menginginkan para dokter, para bidan dan para perawat menjadi menganggur. Sudahlah bu, biarkan saja mereka sakit, asal jangan menyakiti orang. Dan kerjakanlah tugas dokter dengan sebaik-baiknya, tak perlu marah-marah dan kasar. Saya yakin jika bu dokter bekerja diawasi pimpinan bu dokter atau diawasi dari dinas kesehatan pemerintah atau menteri kesehatan, pasti bu dokter akan malu berkata kasar, dan bu dokter akan berusaha bersikap ramah dan santun.</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><em><span style="color:#008000;">Ingat bu dokter, walaupun tidak ada menteri kesehatan yang melihat kerja bu dokter, tapi Alloh yang jauh Lebih Besar dari Menteri Kesehatan, selalu Melihat dan Mengawasi bu dokter. Dan kelak semua catatan kerja bu dokter oleh Alloh akan diperlihatkan kepada ibu serta ibu akan dibalasi dengan seadil-adilnya.</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><em><span style="color:#008000;">Bu dokter yang terhormat, maafkan kami jika kami lancang mengingatkan dan menasehati bu dokter. Kami hanyalah orang awam yang bodoh. Tapi kami merasa berkewajiban mengingatkan bu dokter sebagai saudara sesama Muslim. Kami hanya ingat firman Alloh, <span style="color:#800080;">“Demi masa, sesungguhnya manusia semuanya dalam keadaan merugi, kecuali mereka yang beriman dan beramal sholeh, dan saling berwasiat dengan kebenaran dan saling berwasiat dengan kesabaran.” </span>QS. Al Ashr: 1-3.</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><em><span style="color:#008000;">Wassalaamu &#8216;alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><em><span style="color:#0000ff;">Dari pasien yang setia berobat ke dokter. Dan dari hamba Alloh yang faqir.</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Demikian surat itu aku tulis, hanya berniat karena Alloh, demi mematuhi perintah-Nya, dengan harapan kami mendapatkan ridho dan pahala dari-Nya. Tidak lebih dari itu. Aamiin. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Selanjutnya surat itu aku lipat dengan rapih dn aku masukkan ke dalam amplop. Di sampul amplop itu aku tulis “Kepada bu dokter yang kami hormati” dan di pojok surat aku tulis, “Dari pasien setiamu.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Beberapa kali istriku berobat dengan membawa surat itu, Tapi beberapa kali juga belum bertemu. Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun datang. Suatu hari istriku berobat, setelah nomor urutnya dipanggil, maka istriku segera menghampiri. “Ibu lagi ibu lagi&#8230;! Sakit apa lagi&#8230;?!” Bu dokter itu terus nyerocos sambil terus menggerutu, “Sakit kok gak ada bosan-bosannya.” Ia memasang wajah sinisnya kepada pasien sambil terus memeriksa istriku. Setelah selesai menyerahkan resepnya dan menyerahkan kepada istriku. Sejurus kemudian istriku mengambil amplop dari dalam tasnya. Kemudian menyerahkannya kepada bu dokter.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">“Bu maaf ini amplop untuk bu dokter, semoga bermanfaat. Maaf ya bu jika kami selalu sakit. Dan terima kasih ya bu atas perawatan ibu selama ini kepada kami.” Istriku menyerahkan amplop itu sambil tersenyum. Tiba-tiba wajah bu dokter itupun berubah menjadi ramah, ia tersenyum pula sambil mengucapkan. “Apa ini? Oh ya, terima kasih ya&#8230;!?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Setelah mengambil obat dan menyerahkan uang recehan Rp. 2.000,- kami pun ngeloyor pulang. Seraya hati kami berdo’a, “semoga bu dokter itu mendapat hidayah an ampunan Alloh. Dan kami mendapat pahala dan ridho-Nya, aamiin.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abuzahro.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abuzahro.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahro.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahro.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahro.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahro.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahro.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahro.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahro.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahro.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahro.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahro.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahro.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahro.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahro.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahro.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=21&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahro.wordpress.com/2008/08/07/surat-untuk-bu-dokter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eb8c55e3c9977fe8a49c16f7d158a2d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahro</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HIDUP ITU UNTUK IBADAH</title>
		<link>http://abuzahro.wordpress.com/2008/08/06/hidup-itu-untuk-ibadah/</link>
		<comments>http://abuzahro.wordpress.com/2008/08/06/hidup-itu-untuk-ibadah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 08:16:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahro</dc:creator>
				<category><![CDATA[serambi hati]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahro.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[06 Agustus 2008, Abu Zahro Alloh SWT berfirman: “Dan AKU (Alloh) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka hanya mengabdi kepada-Ku.” QS. 51:56 Betapa banyaknya manusia yang tidak mengerti bahwa dirinya itu diciptakan Alloh semata-mata hanya untuk mengabdi (beribadah) kepada Alloh saja. Artinya segala niat, ucapan dan perbuatannya itu hanyalah wujud pengejawantahan dan bukti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=19&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">06 Agustus 2008, Abu Zahro</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Alloh SWT berfirman: “Dan AKU (Alloh) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka hanya mengabdi kepada-Ku.” QS. 51:56</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Betapa banyaknya manusia yang tidak mengerti bahwa dirinya itu diciptakan Alloh semata-mata hanya untuk mengabdi (beribadah) kepada Alloh saja. Artinya segala niat, ucapan dan perbuatannya itu hanyalah wujud pengejawantahan dan bukti ketaatan atau kepatuhan kepada Alloh semata. Sebagaimana bunyi ayat di atas. Sebagian manusia masih banyak yang mengabdi kepada nafsunya sendiri, dimana segala perbuatannya hanya untuk memuaskan dirinya (kepuasan duniawi / material) saja, tak peduli hal itu dimurkai Alloh, yang penting dirinya puas dan bahagia. Orang-orang yang demikian derajatnya tidak ubahnya laksana binatang ternak bahkan lebih hina lagi. (QS. 27:4 / 25: 43-44).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Dan untuk itu, bagi orang yang ikhlas mengabdikan dirinya kepada kepatuhan kepada Alloh semata, maka Alloh menjanjikan akan memberikan keberkahan hidupnya, jalan keluar dari kesulitannya, rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka, kecukupan dalam kebutuhannya, serta kemudahan dalam segala urusannya. (QS. 98:5 / 65: 2-4).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Pengabdian (ibadah) yang ikhlas kepada Alloh (dengan tidak menyekutukan Alloh kepada sesuatu) tidak akan bisa terjadi jika seseorang tidak menyadari bahwa dirinya ada adalah karena diciptakan oleh Alloh. Juga tidak sadar bahwa dirinya adalah milik Alloh. Bahkan segala apa yang ada pada dirinyapun juga milik Alloh. (QS. 2:255, 284 / 4:131 / 6:12 / 39:44 / 57:2, 5 / 53:31, dll).<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Dengan kesadaran tersebut, maka seseorang tidak akan menggunakan anggota badannya maupun harta (titipan Alloh) yang ada padanya digunakan seenaknya sendiri demi kepuasan nafsunya, akan tetapi ia akan menggunakan segala milik Alloh yang diamanahkan (dititipkan) kepadanya hanya sesuai dengan apa yang diridhoi Alloh, sesuai dengan aturan (syari’at) yang dibuat oleh Alloh. Ia takut mendapat murka Alloh jika memakai harta milik Alloh seenaknya dengan menantang aturan Alloh. Ia juga sadar bahwa hidupnya, segala gerak-geriknya selalu diawasi oleh Alloh, kemudian dicatat oleh-Nya serta kelak di akhirat akan ditanya (dimintai pertanggungjawaban). QS. 4:1 / 9:111 / 61:10-13 / 89:14 / 24:52 / 21:49 / 33:39 / 36:11 / 70:27 / 67:12 / 9:18, dll.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Nabi Muhammad SAW bersabda: “Seutama-utama iman (yaitu iman yang sempurna) adalah bahwa engkau tahu (sadar) sesungguhnya Alloh (selalu) bersamamu (mengawasimu) dimanapun engkau berada.” </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abuzahro.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abuzahro.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahro.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahro.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahro.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahro.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahro.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahro.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahro.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahro.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahro.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahro.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahro.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahro.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahro.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahro.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=19&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahro.wordpress.com/2008/08/06/hidup-itu-untuk-ibadah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eb8c55e3c9977fe8a49c16f7d158a2d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahro</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rencana Pembangunan Pesantren</title>
		<link>http://abuzahro.wordpress.com/2008/08/06/rencana-pembangunan-pesantren/</link>
		<comments>http://abuzahro.wordpress.com/2008/08/06/rencana-pembangunan-pesantren/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 08:06:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahro</dc:creator>
				<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[dana]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[pondok]]></category>
		<category><![CDATA[rencana]]></category>
		<category><![CDATA[wakaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahro.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[06 Agustus 2008, Abu Zahro Assalaamu ‘alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh Saudaraku seiman yang budiman, Kami memberikan kesempatan dan peluang bagi antum sekalian yang ingin berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khoirot) dalam rangka mencari ridho Alloh dan surga-Nya yaitu untuk mewakafkan (menginfakkan) sebagian harta antum untuk membangun tempat ibadah (masjid/musholla) dan pendidikan islam serta asrama yatim piatu di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=15&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>06 Agustus 2008, Abu Zahro</p>
<p>Assalaamu ‘alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh</p>
<p>Saudaraku seiman yang budiman,</p>
<p>Kami memberikan kesempatan dan peluang bagi antum sekalian yang ingin berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khoirot) dalam rangka mencari ridho Alloh dan surga-Nya yaitu untuk mewakafkan (menginfakkan) sebagian harta antum untuk membangun tempat ibadah (masjid/musholla) dan pendidikan islam serta asrama yatim piatu di atas lahan (tanah) wakaf yang telah kami terima dengan total luasnya 12.400 M2 di tiga lokasi.</p>
<p>Pertama di Jl. Dumeling, RT. 003/014, Kp. Tangkil, Kel. Baranangsiang, Kec. Bogor Timur, Kab. Bogor, Jawa Barat seluas lk 500 M2. Wakaf dari Almh. Ibu Hj. Fatimah. Sertifikat wakaf sudah jadi.</p>
<p>Kedua di Jl. NK, Blok Gedeng Gintung, RT. 008/02, Kp. Situpotong, Ds. Sukaraja, Kec. Malingping, Kab. Lebak, Banten seluas 11.200 M2. Wakaf dari Ibu Nursiah, sertifikat wakaf dalam proses.</p>
<p>Ketiga di RT. 002/012, Desa Bojong Gede, Kec. Bojong Gede, Kab. Bogor, Jawa Barat 16320, seluas 700 M2. Wakaf dari Bpk. H. Adnan, sertifikat wakaf dalam proses.</p>
<p>Bagi antum yang ingin menginvestasikan dananya untuk di tabung di surga akan kami bangunkan di atas lahan tersebut sarana dimaksud. Silakan transfer ke Bank Muamalat Rek. No. 304.00148.15 atau ke BCA Rek. No. 756.001515.6</p>
<p>Jika antum ingin wakaf dalam bentuk barang seperti Kitab Suci Al Qur’an, peralatan sekolah, peralatan kantor, bahan bangunan, alat-alat elektronik, alat transportasi, dll harap hubungi kami di no 081316004549, 08128065109,  02150188195,  02194758868, insya Alloh setelah kami terima telepon atau SMS segera kami menjemput ke lokasi.</p>
<p>Insya Alloh harta yang antum wakafkan ini akan menjadi kendaraan bagi antum untuk memasuki surga Alloh SWT. Dan mohon do’anya juga agar kami dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya sesuai syari’at yang digariskan Alloh SWT dan Rosul-Nya, aamiin.</p>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Alloh, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang berbuat baik. QS. 2:195</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan [dari sifat kikir] dan mensucikan [menyuburkan sifat baik] mereka dan berdo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Alloh Maha mendengar lagi Maha mengetahui. QS. 9:103</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh [untuk menegakkan agama Islam] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Alloh melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Alloh Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. QS. 2:261</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian [orang miskin yang tidak meminta-minta]. QS. 51:19</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Alloh berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Alloh-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Alloh mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS. 3:180</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Kecelakaanlah bagi Setiap pengumpat lagi pencela, Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung [yaitu tidak mau berkurang karena kikirnya], Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam (Neraka) Huthomah. QS. 104: 1-4</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Alloh-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Alloh), Maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Alloh. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan). (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Alloh; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang Kaya karena memelihara diri dari minta-minta. kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Alloh), Maka Sesungguhnya Alloh Maha Mengatahui (DIA mencatatnya dan membalasnya dengan balasan yang berlipat ganda, dunia maupun akhiratnya). QS. 2:272-273. </span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. QS. 18:46</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Alloh) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa&#8217;at [pertolongan]. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zholim. QS. 2:254</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Alloh dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Alloh; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. QS. 9:20</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Dan orang-orang yang di atas A&#8217;rof memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan: &#8220;Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu.&#8221; QS. 7:48</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Alloh-lah tempat kembali yang baik (surga). QS: 3:14</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu&#8217;allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Alloh (untuk mengembangkan da’wah dan membela agama Islam) dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Alloh, dan Alloh Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana [Maha tahu dan benar dalam menetapkan dan membuat aturan yang benar dan bijaksana karena aturannya akan membuat maslahat bagi semuanya]. QS. 9:60</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Bermegah-megahan (dengan berbangga banyak harta, anak, pangkat, popularitas)<span> </span>telah melalaikan kamu [dari ketaatan kepada Alloh], Sampai kamu masuk ke dalam kubur (baru tersadar dan menyesal). Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, Dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan &#8216;ainul yaqin[melihat dengan mata kepala sendiri]. Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). QS. 102:1-8</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak (harta kekyaan) dan tidak menafkahkannya pada jalan Alloh (pelit tidak mau berzakat, berinfaq, bershodaqoh, berwakaf dan berhibah), Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, Pada hari dipanaskan emas perak (kekayaan) itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: &#8220;Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri (kikir), Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.&#8221; QS. 9:34-35</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Alloh dan Rosul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Alloh. Mereka itulah orang-orang yang benar. QS. 49:15</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Alloh mengetahuinya. QS. 3:92</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Harta benda dan anak-anak mereka tiada berguna sedikitpun (untuk menolong) mereka (orang-orang kafir dan orang-orang yang kikir) dari azab Alloh. Mereka itulah penghuni neraka, dan mereka kekal di dalamnya. QS. 58:17</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak, Yang mengelupaskan kulit kepala, Yang memanggil orang yang membelakangi dan yang berpaling (dari agama), Serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya [kikir]. QS. 70:16-18</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Alloh serta keridhoan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. QS. 57:20</span></em></span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih mulia daripada mereka di hari qiamat (karena amal saleh dan ketaatan mereka kepada Alloh). Dan Alloh memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. QS. 2:212</span></em></span></address>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abuzahro.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abuzahro.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahro.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahro.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahro.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahro.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahro.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahro.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahro.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahro.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahro.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahro.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahro.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahro.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahro.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahro.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahro.wordpress.com&amp;blog=1835791&amp;post=15&amp;subd=abuzahro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahro.wordpress.com/2008/08/06/rencana-pembangunan-pesantren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eb8c55e3c9977fe8a49c16f7d158a2d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahro</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
