Alloh SWT berfirman: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah (beribadah untuk) Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” QS. Al Bayyinah:5
[1595] Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Alloh) dan jauh dari kesesatan.
Juga Firman-Nya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka hanya mengabdi (beribadah) kepada-Ku saja.” QS. Ad Dzariyat:56
Perbuatan baik apapun yang benar menurut syari’at yang kita kerjakan dengan niat semata-mata karena Alloh (karena menunaikan perintah Alloh demi mentaati-Nya) demi mendapatkan ridho dan pahala (balasan) dari-Nya maka perbuatan itu disebut ‘ibadah. Dan untuk itu akan mendapatkan pahala di sisi Alloh berupa ampunan, rahmat dan Surga-Nya.
Sebaliknya perbuatan seseorang yang dikerjakan dengan berharap mendapatkan keuntungan dan manfaat duniawi (material, finansial, harta, pangkat, karier, pujian, popularitas, dsb) maka perbuatan itu bukanlah ibadah. Maka orang seperti ini akan memperoleh balasan dari Alloh hanya di dunia saja dan di akhirat nanti dia tidak mendapatkan apapun selain neraka.
Alloh SWT berfirman: “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan dari pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan[714].” QS. Hud:15-16
[714] Maksudnya: apa yang mereka usahakan di dunia itu tidak ada pahalanya di akhirat.
Juga Firman-Nya: “Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.” QS. Al Isro:18
Orang yang beramal dengan benar semata-mata demi melaksanakan perintah Alloh dan berharap balasan dari Alloh, maka disamping ia akan mendapatkan balasan di akhirat nanti berupa Surga-Nya, juga ia akan mendapatkan balasan di dunianya. Baik berupa materi (gaji, uang, barang, dll), maupun immateri (rahmat, berkah, hidayah, ketenangan batin, kebahagiaan, kedamaian, dll).
Alloh SWT berfirman: “Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu (di dunia) baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” As Syuro:20
Sebaliknya bagi mereka yang beramal dengan niat mencari manfaat duniawi, maka dia hanya mendapatkan manfaat material semata seperti, uang, jabatan, popularitas, dll. Selanjutnya disamping di akhiratnya ia akan merugi dengan siksaan nerakanya, di dunianyapun mereka akan mendapatkan siksaan batin, seperti kegelisahan, kekecewaan, ketakutan, kecemasan, dll, yang secara umum disebut sebagai penderitaan batin.
Betapa tidak, orang yang ikhlas dalam beramal yang semata-mata hanya berharap ridho dan pahala dari Alloh, dan tidak berharap balasan dan pujian dari manusia, maka ia tidak sakit hati dan tidak bersedih ketika dicela dan dihina, apalagi hanya sekedar dikritik. Sebab hatinya kosong dari harapan pujian. Ia tetap tenang karena hatinya penuh dengan harapan ridho dan pahala dari Alloh semata. Ia sangat yakin bahwa sekalipun orang menghina atau membencinya akan tetapi Alloh meridhoi dan mencintainya. Begitupun ketika usahanya di dunia gagal (tidak mendapatkan keuntungan material) ia tidak bersedih, karena ia sudah berusaha mengerjakan sesuai dengan aturan Alloh, ia sangat yakin bahwa Alloh tidak akan menyia-nyiakan amalnya yaitu telah menyediakan pahala di sisi-Nya dengan pahala yang JAUH lebih baik dari apapun yang ada di dunia ini.
Lain halnya orang yang beramal karena ingin balasan duniawi serta pujian, maka ketika usahanya gagal, maka ia akan stress, kecewa dan sangat bersedih. Begitupun ketika hasil kerjanya berbuah kritikan, apalagi cacian dan hinaan, maka ia akan sangat sedih, kecewa dan menderita.
Komentar Terakhir